Minggu, 07 Juni 2015

(Anti)Social Media

Baru-baru ini aku baru saja menemani seorang teman ke toko buku karena dia tidak tahu arahnya. Selama waktu aku bersama dia saat itu, aku merasa sangat diabaikan. Dia lebih banyak melihat ponselnya dibandingkan mengajak aku berbicara.

Kemarin, aku baru pulang dari Jogjakarta. Selama di Jogja pun aku bersama dua orang teman. Setiap pindah tempat, kedua temanku tak lupa check in di path kemudian sibuk bicara berdua karena hal yang terjadi di path.

Path. Mungkin efek karena aku tidak mempunyai Path, sehingga aku merasa diabaikan dan merasa social media membuat efek lain yaitu anti sosial. Si pengguna menjadi anti sosial dengan sekitar, ataupun yang tak punya social media itu menjadi anti sosial pula karena terabaikan.

Saat orang-orang sibuk update, aku hanya bisa so so main hp butut ini agar tidak mati gaya. Saat orang-orang sibuk selfie, aku tetap so so main hp butut ini agar tidak mati gaya lagi. Dan pada akhirnya...aku merasa terabaikan karena aku tidak punya social media.

"Maaf ya aku liat hp terus."
"Iya. Aku ngerti." Aku jawab sambil tersenyum dan sedikit kecewa.

Hahaha. Terabaikan.



-artimgwt-