Minggu, 01 Februari 2015

Jalan Berdua


"Jalan kaki tuh lebih enak sebenernya, lebih bisa merhatiin detail." Kata Dudu kemarin sambil berjalan kaki pulang menuju rumahku.

Hari terakhir dibulan Januari ini kututup dengan jalan kaki bersama seorang lelaki. Jalan kaki ke pameran buku yang berada di Landmark sekitaran Braga. Dimulai dari rumahku dan berakhir di rumahku lagi.

Kami berdua berangkat sore hari dengan berjalan. Dia membawa kameranya di dalam tas, dan aku juga membawa kameraku di dalam. Mungkin saja kami akan menemukan sesuatu yang menarik.

Kami berjalan lewat jalan pungkur, alun-alun, kemudian sampai di braga. Dia berhenti sebentar di Kepatihan untuk membeli kedongdong dan mulai memakannya di jalan kemudian berhenti di sekitaran alun-alun untuk duduk sejenak dan menghabiskan buah tadi sambil berbincang.

Di depan kami, terlihat dua orang anak laki-laki yang asik membaca buku. Di samping mereka banyak sekali buku-buku bekas yang ditumpuk. Kemudian kami lihat lebih dekat dan menemukan buku-buku impor arsitektur yang sudah bekas. EXCITED!. Itu adalah kata yang pas dariku untuk Dudu saat melihat-lihat buku itu. Dia selalu excited setiap kali menemukan buku-buku impor arsitektur dan ingin memiliknya. Kemudian kami mulai melihat-lihat dan bertanya harganya. Cukup murah, masih dibawah 100k dan bisa ditawar. Setelah selesai melihat-lihat disatu lapak, kami berjalan dan berhenti di lapak lainnya. Kemudian kami melihat-lihat lagi dan aku menemukan satu buku yang isinya craftsman house semua. Kemudian kutanya harganya dan ternyata 25k. Lalu kubeli dengan harga 20k. Iya, penjualnya cukup baik. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Landmark untuk melihat-lihat stand buku disana.
Sepulang dari Landmark, dia membeli gorengan dan kami memakannya di pinggir jalan. Asik. Lalu kami pulang lagi dengan berjalan kaki dan kelelahan sesampainya di rumah.

Menyenangkan. Biasanya aku berjalan kaki sendirian, dan sekarang aku punya teman berjalan. Ini memang bukan yang pertama kali kami berjalan kaki bersama, tapi rasanya kemarin lebih menyenangkan. Mengobrol, tertawa, bermain 'unyil-usro', menirukan suara ayam (dan aku sepertinya bisa menjadi dubber untuk ayam), mencari jalan tikus, memanggil seorang nama teman yang rumahnya berada disekitar situ namun kita tak tahu tepatnya di mana.

Mungkin hanya ada satu kata untuk hari kenarin. Lagi.
Mari berjalan lagi.
Mari bersenang-senang lagi.
Mari bertualang bersama lagi.
Mari pergi ke tempat lainnya lagi.

Kami memang tak mengambil foto berdua untuk diabadikan dan diupload dengan caption so so romantis beserta emoji diakhir kalimat, tapi kami punya cara sendiri untuk mengabadikan kenangan dengan baik.

Bersenang-senang berdua hanya untuk diupload itu...meaningless. Lebih sibuk upload foto dibanding menikmati waktu juga meaningless. Mungkin perlu dipertanyakan, kalian melakukan itu untuk bersenang-senang atau hanya untuk update dan ingin pamer?


-artimgwt-