Sabtu, 28 Februari 2015

For You (Again)

Lucky I'm in love with him.

Bersama kamu adalah salah satu dari sekian alasan menjadi bahagia.
Seperti Yin dan Yang, kita 2 pribadi yang punya perbedaan. Aku tak suka pedas, dia sangat suka. Aku tak begitu suka sayur, dia sangat suka sayur. Dia orang religius, aku tidak. Dia supel, aku tidak. Dia kadang malas, begitu pun aku. Hahaha.

Aku pernah berkata pada dia, 'kita' berbeda dengan kebanyakan. Kita senang jalan kaki berdua, kita senang numpang baca buku karena belum mampu kalau beli buku harga ratusan ribu sampai jutaan, kita senang makan di kantin dan di pinggiran jalan, dan kita...tidak menghitung.

Hubungan bukan tentang menghitung hari. Menghitung bulan. Menghitung tahun. Hubungan adalah tentang aku, kamu, kita, yang harus dijalani.
Pencapaian terbesar dari hubungan bukan tentang hitungan yang sudah mencapai angka puluhan atau ratusan bahkan ribuan.
Apa artinya hitunganmu sudah puluhan jika tak pernah bahagia? Apa artinya hitunganmu sudah ratusan jika masih bertengkar sampai berhari-hari karena hal kecil? Apa artinya hitunganmu sudah ribuan jika akhirnya ternyata tak saling sayang karena hanya ingin menambah hitungan?

Hubungan tentang kita lebih dari sekedar menghitung. Hubungan kita tentang aku, kamu, kita yang punya komitmen dan tanggung jawab, tentang hari ini, tentang esok hari, tentang masa depan yang direncanakan (dan kita tak tahu apa akan terjadi dan apakah akan ada kita nanti?).

Aku beruntung menjadi kita dengan dia. Tidak ribet, tidak posesif, tidak membatasi aku ingin apa, bermain dengan siapa, bahkan dia yang menyuruh, "Ajak X main lagi. Takutnya gara-gara dudu kalian jauh.".

Aku beruntung. Dia yang membuatku tau desain-desain unik. Dia yang membuatku tenang saat desain denahku selalu ditolak karena meletakkan dapur dan ruang makan di depan, kemudian kami ke toko buku dan aku malah menemukan seorang arsitek menempatkan gudang di depan, lalu membuka instagram dan ada desain dengan ruang makan di depan. Dia yang membuatku jadi tertarik untuk membaca buku tentang desain arsitektur.
Dia bahkan seperti mamahku. Mengingatkan aku untuk tidak gigit jari, berjalan tegak, menyuruhku untuk sembuh.
Dia...membawa banyak hal.

Terima kasih banyak untuk semuanya. Walaupun pada akhirnya ternyata tidak ada kita, jangan cuek kaya orang gak kenal ya. Karena kita beda. Haha.

Terima kasih lagi untuk kebahagian hari-hari sebelumnya dan hari yang akan datang. Terima kasih juga selalu merapikan rambut aku yang berantakan :))

Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Bingung harus nulis apalagi hahaha. Terima kasih banyak!!!!


For my dear, my hair stylist, my 'mom', my bro, DBR.
Muah.



-artimgwt-