Minggu, 10 Agustus 2014

Sederhana Karena Kamu

"Jadi sekarang kamu belum bahagia, Ti?" Tanya seorang lelaki malam itu.
"Aku bahagia. Bisa bertemu kamu saja aku bahagia."

Well...aku bahagia. Melihat sosokmu saja aku sudah merasa bahagia. Melihat dua mata kecilmu, melihat rambut panjangmu, melihat bibirmu yang cukup tebal...aku bahagia.

Bahagia untukku sebelumnya tak pernah sesederhana ini. Tak pernah sesederhana mengobrol berdua di ruang tamu sambil melihat kamu menelpon mamah. Mendengar kamu manja dengan mamahmu di telepon dan kemudian terlihat dewasa jika bersamaku.

Tak pernah sesederhana jalan-jalan sore berdua mengelilingi Jalan ABC- Braga-Asia Afrika. Jalan dengan kaki tentu saja. Aku suka! (ps: aku suka berjalan kaki sendirian, itu menyenangkan, dan ternyata bersama kamu lebih menyenangkan!).

Tak pernah sesederhana melihat kamu memakan whip cream manis seperti anak kecil dan aku ikut memakan whip cream-ku sendiri seperti anak kecil.

Tak pernah sesederhana memelukmu sebelum kuturun dari motor dan bergegas masuk ke rumah.

Tak pernah sesederhana saat bangun dari tidur menemukan satu pesan singkat darimu.

Awalnya, bahagia untukku tak pernah sesederhana ini. Hingga akhirnya kubertemu kamu yang membuat semuanya menjadi lebih sederhana.

Dan bahagia yang sederhana ini terjadi ketika aku jatuh hati padamu, ketika aku bersama kamu.

-artimgwt-