Senin, 23 Juni 2014

Tentang Patah Hati

Suatu malam di satu tempat di Bandung, aku dan satu teman lelakiku asyik mengobrol di bawah langit malam penuh bintang. Membicarakan banyak hal hingga akhirnya jatuh pada pertanyaan "Kamu takut dengan apa?"

"Aku takut dengan ketinggian. Aku sudah pernah bilang kan waktu itu."
"Iya iya, kamu pernah bilang." jawabku sambil menepuk bahunya.
"Kamu takut apa? Takut jatuh cinta? Hahaha."
"Hahaha ya enggaklah." jawabku sedikit ragu, "Aku takutnya...takut patah hati."
"Hahaha serius? Masa sih?"
Dia tetap belum percaya dengan apa yang aku takuti. Terdengar seperti main-main, tapi nyatanya seperti itu. Aku yang lebih sering menggunakan logika dan kemudian tiba-tiba takut patah hati. Lucu sih...tapi tetap saja aku benar-benar takut.

"Kamu belum pernah merasakan patah hati?" tanya teman lelakiku yang lain disatu malam lainnya.
"Belum. Lebih tepatnya menghindari."
"Emang kamu dulunya gak pernah suka sama laki-laki terus laki-lakinya jadi dengan yang lain?"
"Pernahlah suka."

Mendapat pertanyaan darinya aku berpikir apakah patah hati semudah itu? Menyukai seseorang dan kemudian tak bisa mendapatkannya? Jika prosesnya seperti itu kemungkinannya ada dua, aku tidak benar-benar menyukainya atau memang patah hati untukku tak semudah itu.

-artimgwt-