Senin, 19 Mei 2014

It's About Some Cases Between A and D

Do you remember when I said, "You took my heart last year." couple days ago? Well, that's true. I just want to say it. You took my heart last year and I took back my heart from you last year. Yeah...not for a long time dear. Hanya sebentar. Dan aku akan bercerita tentang kamu, tentang aku yang sempat terpesona padamu, tentang kita.

Aku lupa kapan pertama kali kita berkenalan, yang kuingat adalah pertemuan pertama kita. Sebenarnya ini pertemuan pertama yang baru saja kusadari beberapa bulan setelah kejadian. Saat jaman masih maba banget, saat sedang SKK dan kamu sakit selama seminggu. Tapi sebenarnya hingga kutulis pun aku tak tahu pasti apakah itu kamu atau bukan.

Pertama kali bertemu itu saat aku meminta Dimas mengantarku pulang dan Dimas bilang akan bertemu dengan ketua kelompoknya yang sakit karena mengurusi sebuah atribut angkatan. Lalu aku ikut dengan Dimas, berjalan ke depan kampus untuk bertemu orang yang dituju. Aku tak begitu ingat sosoknya, aku hanya ingat namanya. "Dudu namanya. Dia baik." Dimas berkata. Rambutnya waktu itu tak sepanjang sekarang, tak selebat sekarang. Saat bertemu dengannya aku diam di belakang Dimas tak begitu memperhatikan. Tak tertarik untuk tahu apalagi kenal. Beberapa minggu pun berlalu, dan tentu saja aku lupa dengan kejadian itu. Dan kalau itu benar kamu, that was the first time when we met, dear. Dan kalau bukan, anggaplah itu kamu.

Hari demi hari berlalu, dan sebagai maba yang benar-benar masih baru, kami ditugasi untuk membuat kepanitiaan wisuda. Saat itu entah karena apa, saya mengajukan diri untuk jadi bendahara. Efek merasa punya tanggung jawab, tiap rapat kudatangi, dan jujur saja, aku tak begitu ingat nama-nama panitia inti saat itu. Tapi aku ingat satu nama, namamu. Koordinator divisi dokumentasi. Aku masih belum tertarik, tapi karena acara ini, kami mulai mengobrol (eh mengobrol atau dia menyuruhku dan aku dengan sangat baik hatinya mau? Hahaha).

Hal yang kuingat adalah kejadian saat H-1 wisuda. Saat aku sedang kebingungan ketika dana habis karena dengan seenaknya anak-anak memberi bon dan meminta uang, aku melihat Dudu dan Thoriq sedang duduk di venue. Kudatangi mereka dan melihat mereka sedang merekam kahim untuk video. Dan beberapa menit kemudian mereka berencana pergi kemudian menitipkan tripod beserta pamflet padaku. Well, sebagai teman yang sangat baik, kubawa tripod dan pamfletnya, kemudian mereka pergi.

Lalu kejadian lainnya adalah hari dimana wisuda diadakan, tepatnya awal Oktober, hal yang kuingat adalah saat aku keluar dari ruang panitia tanpa kacamata. Kejadian yang masih terekam sangat jelas di otak. Aku keluar dan kamu berkata, "Kalau gak ada kacamata bukan Arti namanya.". You said that, and...well, dengan mudahnya kemudian aku tertarik padamu. Mudah sekali ya, Du? Hahaha. Dan beberapa waktu kemudian aku memakai kacamata dan berkata, "Nih udah pake. Udah jadi Arti kan? Hahaha." Dan sejak hari itu, aku tertarik padamu.

Beberapa hari setelah kejadian itu, kamu meminjam catatan DSKB milikku (setelah kuingat, kerjaanmu menyusahkanku, Du. Hahaha) dan kemudian aku meminjamkannya. Ia meminjam catatan itu cukup...lama. Cukup menyusahkan. Saat akan ada kuis dan semua catatanku masih ada pada dirinya dan dirinya leha-leha. Menyebalkan. Hih. Pada akhirnya kebetulan sekali saat hari dimana kuis diadakan, paginya aku bertemu denganmu yang baru saja memarkirkan motor. Kutagih, lalu mengembalikan, dan kemudian kamu meminjamnya kembali. Meminjamnya kembali dan baru mengembalikan saat beberapa jam menjelang UTS. Dengan sangat teganya dia mengembalikan malam sekali, bukan ke rumahku, dia harus membuatku berjalan dulu hingga depan UNLA (kalau kamu mau tahu, itu perjalanan yang cukup, Du). Tapi tetap saja, saat itu aku bisa-bisanya masih tertarik denganmu. Hahaha.

Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu pun sudah lewat. Seiring berjalannya waktu, aku tak lagi tertarik padanya. Lupa tepatnya berakhir kapan. Ya sudah lah. Hahaha. Tapi kami masih berhubungan baik di twitter, dan kalau bertemu saling bertegur sapa, saling melambaikan tangan atau saling melempar senyum.

Kejadian yang kuingat lainnya adalah saat hari dimana penyematan berlangsung. Saat setelah selesai penyematan aku membuka ponsel dan ada sms darinya. Kemudian kubaca dan...well...apa-apaan. Aku lupa isinya apa, hanya saja dia memanggilku dengan embel-embel 'sayang'. Sedikit kaget, tapi yaudahlahya, kupikir itu hanya bercanda, mengingat R pun sering begitu. Jadi ya kudiamkan saja karena tak punya pulsa untuk membalasnya juga lagian. Ehe.

Beberapa hari setelah kejadian itu, tepatnya hari Selasa sekitar pukul setengah 9 pagi. Aku baru saja turun dari mobil dan berniat menuju ATM, lalu ada seseorang yang memanggil dan ternyata itu kamu. Dan dengan paniknya kamu berkata, "Ti pinjem uang dulu lah buat nge-print, dompet aku ketinggalan." dan kemudian aku mengambil uang kemudian mengantarmu mencetak tugas PA. Saat sedang menunggu hasilnya selesai, kamu bertanya, "Tadi siapa Ti yang dibelakang kamu?" dan aku jawab, "Mamah.". Dan kemudian dia malu. MUHAHAHA. Ini kejadian paling...HAHAHAHA. Hanya kami yang tau sensasinya :))

Lalu keesokan harinya Dudu mengembalikan uangku melalui seorang teman karena tak sempat bertemu denganku dan kemudian mengirimkan pesan singkat padaku saat sore hari, lagi-lagi menyebutku dengan embel-embel sayang. Aku kaget. Tapi ya udah sih. Memang dia seperti itu kalau kuperhatikan. Hehehe. Atau jangan-jangan kamu tertarik padaku? /ditendang

Wah ini rasanya panjang sekali ya. Kalau gak kuat bacanya tak apa...
Yuk lanjut.

Hubungan kita belum selesai. Hubungan kita tak berhenti sampai situ. Hubungan kita masih berlangsung hingga detik ini karena komik-komikku yang belum juga kau kembalikan hingga sekarang.

Aku dan kamu berbeda kelas, hanya saja kamu sering kali mendatangi teman sekelompokku yang memang sering duduk disebelahku. Selain hubungan di dunia nyata, kami sering berhubungan di dunia maya, bukan berhubungan intim kok tenang saja. Dan entah sejak kapan, aku sering memanggilnya dengan embel-embel 'dear'. Oh selain embel-embel dear, sebutan lain dariku untuknya adalah 'fotografer' dan dia memanggilku 'gamer'.

Aku jadi ingat kejadian tadi, baru saja beberapa jam lalu saat kamu menyuruhku mencari pacar seorang gamer. If you want to know, aku tak mau lagi dengan gamer. Lebih baik aku denganmu (karena tak ada yang tau kalau misalnya tiba-tiba saja aku tertarik denganmu lagi)...atau dengannya.
Ini sangat panjang ya. Lain kali kuceritakan lagi tentangmu. Bukan tentang kejadian yang melibatkan aku dan kamu.

Btw, terima kasih banyak sudah menjadi teman yang baik. Terima kasih banyak sudah pernah membuatku tertarik. Terima kasih banyak untuk kejadian lainnya yang belum disebut di post ini. Terima kasih banyak dan maaf kalau pernah tersakiti:)

I'm with him 




-artimgwt-



ps: I write this special for my dear, for my friend who know me 8 months ago, for my photographer, for someone who love to say 'shut your fuckin' mouth', for you, Dudu Badrurahman :)
ps lagi: dibuat dengan 2 campuran bahasa karena kadang kami (sok-sok-an) menggunakan bahasa inggris.

-artimgwt-