Senin, 05 Mei 2014

Chemistry

Pernahkah kamu mempunyai teman yang hanya dengan menatap matanya saja dapat mengerti apa yang dimaksud? Hanya dengan satu gerak tubuh, satu senyum, satu tatapan, sudah dapat saling mengerti.
Aku punya. Dan rasanya...menarik.

Aku punya dua teman lelaki dan keduanya sangat berpengaruh untukku. Teman berisik dan teman serius. Teman yang sangat lama kukenal dan teman yang belum menginjak satu tahun aku kenal dengannya tapi bisa melakukan hal ini.



Beberapa teman berkata kalau aku sedang bicara bersama mereka terlihat menyeramkan. Sedang asyik bicara dan tiba-tiba tertawa hanya dengan saling melihat. Hanya mata yang saling berbicara. Hati mungkin ikut berperan. Chemistry kalau kata orang. Kami sudah sehati, kata dia yang baru kukenal begitu.

Kupikir ini efek kami sering bersama. Aku jadi sedikit tahu jalan pikiran mereka, dan (mungkin) sebaliknya. Kami sudah saling tahu untuk beberapa hal yang memang universal, belum semua. Aku belum berani masuk lebih dalam.

Aku tidak tahu, tapi rasanya menyenangkan. Aku beruntung mempunyai dua orang yang seperti kalian.
Teman yang baru kukenal beberapa bulan lalu dan teman yang sudah kukenal sekian ratus bulan.

Untuk kamu, yang baru kukenal, terimakasih banyak. Kamu terlalu sering ada di dekatku. Teman membuang-buang waktu, teman pulang, teman tertawa, teman berisik, teman yang sempat dikira pacar padahal sama-sama kesepian, teman satu-satunya yang menculik aku malam-malam, dan mungkin teman serius? Hahahaha. Aku terlalu sering bersamamu. Segala yang berlebihan itu tak baik, itu katamu saat bertanya mengenai makanan yang mengandung banyak vitamin. Tapi izinkan aku menggunakan dua kaki untuk hal ini. Sering bersamamu itu cukup.

Dan untuk kamu, yang sudah kukenal sejak seratus sekian bulan lalu, terimakasih. Aku tak tahu kamu dimana sekarang, aku tak tahu kamu sedang bawa kemana buku-bukuku yang kau pinjam di suatu Sabtu pada bulan April itu. Kamu tahu, aku menjadi terkesan seperti seseorang yang spesial untukmu saat beberapa teman terus menyebutmu tiap hari di depanku, bahkan dosen pun bertanya kamu kemana padaku dan beliau bilang, "Terus saya harus tanya siapa lagi?". Oh dan sejak kamu tak ada, aku menjadi terlalu sering terlihat bersamanya, dia pelipur laraku kata seorang teman. Lucu rasanya. Ayo, kembalikan bukuku!!! Hahaha, bercanda.

Terimakasih untuk tiap tatapan mata yang bisa diajak bicara, terimakasih untuk tiap satu senyum yang penuh makna, terimakasih untuk kamu berdua yang bersedia kumasuki kehidupannya, terimakasih untuk chemistry-nya. Terimakasih banyak.


dengan Fauzan

dengan Dimas

-artimgwt-




Tulisan ini spesial untuk dua orang yang sering sekali menemaniku saat kuliah,
- M. Fauzan Akbar
- M. Dimas Firdaus
Terimakasih banyak.