Kamis, 03 April 2014

Aku--Percaya

Seperti Ted pada Robin yang sudah terlalu sayang. Begitulah. Mungkin aku sudah terlalu sayang kepada kamu.

Aku tak pernah berharap memilikimu. Tak pernah. Saat kamu menghitung dan mencapai angka 13, aku tak termasuk dalam daftarmu. Aku memang tak pernah dan aku hanya merasa...tak sanggup.

Aku--kagum

Suatu waktu aku pernah berkata, "Aku kagum padamu." entah kamu ingat atau tidak. Aku benar-benar bermaksud memberitahu kalau aku-kagum. Waktu itu, kamu sangat beda dari yang lain. Menyeleweng. Berjalan di lintasan yang benar-benar kamu anggap benar. Cukup idealis.

Entah terpengaruh atau karena kita 'besar' bersama, sadar tak sadar, sekarang beberapa orang bilang kalau aku dan kamu itu 11-12. Entah kamu pernah mendengarnya atau tidak, tapi aku benar-benar mendengar beberapa orang mengatakan itu.

Banyak pandangan yang melihat kamu sangat tinggi. Aku akui, aku sempat melihatmu begitu. Kamu sangat tinggi. Kalau aku ada di lapisan stratosfer, kamu di lapisan mesosfer. 1 tingkat lebih tinggi.

Aku--...
Tahu apa yang menyakitkan? Saat kamu tak tahu mengapa ini terlalu sakit. Entah efek sedang sedikit emosional (ya, aku masih wanita), atau memang...aku takut. Takut kehilangan sosok yang pernah aku kagumi. Seorang teman yang mungkin tak akan pernah bisa kutemukan lagi.

Suatu malam saat dia sudah mulai hilang, dia bilang kalau dia tak hilang. 16 tahun...sangat berpengaruh ternyata. Lalu aku bilang, aku takut. Dan dia mengatakan kalau dia nyatanya masih ada. Tipikal kamu. Hahaha.

Aku--...takut

Aku tak tahu mengapa ini terlalu sakit. Kamu pun tak tahu mengapa. Kamu meminta maaf untuk segalanya, dan aku tak tahu kenapa kamu meminta maaf. Terlalu...sakit. Apakah rasa takut hilang semenakutkan ini? Sesakit ini?

Brainstorm

Aku--...ada

Aku ada. Aku selalu ada. Aku tahu kamu sedang butuh waktu, hanya saja kalau kamu butuh teman, aku...ada. Bukan hanya aku. Kamu punya banyak.


Aku--rindu

Cepatlah kembali. Aku rindu. Aku merasa aku sangat jauh dengan yang lain. Sangat...jauh. Entah aku yang menjauh atau kenyataannya banyak jarak diantara aku dan yang lain, aku tak tahu. Aku rindu...dan membutuhkanmu.

No, bukan hanya aku. Banyak orang yang bertanya kamu kemana. Sungguh aku tak bohong. Ekspetasi mereka padamu cukup tinggi rupanya hahaha. Cepatlah kembali, aku takut ditanya oleh pembimbingmu lagi :)) /serius /ini bukan bercanda

Aku--...

Aku tak tahu. Aku harap kamu tak menemukan hal ini lagi nanti. Ini sulit kan? Ini bodoh kan katamu? Mungkin entah kapan aku pun akan begini. Saat sudah tak sanggup lagi, berusaha menyerah menjadi pilihan. Aku yakin, kamu sedikit sama dengan pikiranku. Kamu pasti memutuskan hal dengan berpikir sangat jauh. Aku percaya.

Aku--percaya padamu, Dim.

-artimgwt-