Selasa, 25 Maret 2014

Sia-sia Sekarang atau Nanti?

Februari 2014 adalah masa tersulit yang pernah kulewati. Terbelenggu rasa malas dan tak peduli juga mencari tujuan, untuk apa aku kuliah di sini?

Februari. Katanya bulan kasih sayang, ternyata ini bulan yang penuh rasa untuk dikasihani. Menyedihkan memang. Tapi nyatanya begitu.

Malas...entah kenapa saat itu aku sangat tak punya semangat. Aku tak punya tujuan dan motivasi, sampai-sampai dosenku menyarankan untuk mencari pacar agar ada motivasi (ps: tapi aku sudah cukup kalau ada kalian berdua. Itu lebih dari cukup untuk saat ini)

Entah apa yang salah, tapi semester ini semua terasa lamban. Progress sangat lambat dan aku tak tahu harus bagaimana. Tertinggal tak mau, mengejar tak sanggup.

Mungkin cukup terlihat kalau aku berada sangat jauh dibelakang. Tertinggal sangat jauh dari teman-teman yang ingin menjadi arsitek hebat. Sayangnya...sampai detik aku menulis ini, aku belum ingin menjadi arsitek.

Selama Februari aku selalu berpikir, "Untuk apa?"
Aku tak ingin tapi kukerjakan.
Ingin kutinggal tapi terasa berat.
Aku tak mau selama 2 semester ini menjadi sia-sia. Tapi aku pun tak mau setelah lulus merasa yang dilakukan beberapa tahun menjadi sangat sia-sia.

Sia-sia sekarang atau nanti?

Itu pertanyaannya.

Sangat amat berat untuk meninggalkan semua. Terutama teman. Aku takut tak ada teman seperti kalian di tempat lain.

Sebenarnya hal yang paling diperhitungkan adalah...jika aku pergi dan menempati tempat lain, apakah akan terjadi hal yang sama?

Karena...cita-citaku hingga detik ini masih sama, keinginanku hingga detik ini masih sama, dan pertimbanganku hingga detik ini pun masih sama. Mengambang.

Pergi terlalu berat, bertahan pun enggan.
Seperti kertas yang terbawa angin, tapi tak mau mengikuti angin yang membawanya.

-artimgwt-


-artimgwt-