Selasa, 11 Februari 2014

Rumah

Rumah.
Apa yang pertama kali kau pikirkan saat mendengar kata rumah?
Rumah. Identik dengan sebuah bangunan yang ditempati untuk tinggal. Tapi, apakah tempat kau tinggal sekarang adalah rumah?

Aku terpikirkan hal ini karena mata kuliah arsitektur vernakular. Dosenku yang sungguh eksentrik(mungkin akan aku jadikan role model karena mindset-nya?) bertanya mengenai rumah. Hal pertama yang terlintas adalah rumah tinggalku sekarang. Tempat aku dibesarkan. Walau 3 kali keluargaku pindah rumah, pada akhirnya kami kembali ke awal. Bersama kakek dan nenek.

Kami 3 kali pindah rumah, namun tetap saja setiap kami punya rumah sendiri, kami menempati si rumah hanya untuk tidur saja. Pagi-pagi aku dan adikku sekolah juga ayahku bekerja. Saat itu aku dan adikku yang pertama (adikku yg kedua baru lahir) masih duduk di sekolah dasar, sehingga mamahku harus antar jemput. Karena jarak rumah kami ke sekolah cukup jauh, mamahku menunggu di rumah nenek. Yap, memang rumah nenekku dekat kemana saja. Berada dekat pusat kota. Kendaraan umum pun banyak yang lewat. Tempat yang strategis.

Rumah.
Bagi dosenku yang kusebut tadi, rumahnya berada di Jawa. Tempat beliau dibesarkan. Tempat beliau bisa menjadi seperti sekarang.

Rumah.
Temanku bilang kalau rumah bagi dia adalah tempat sekarang ia tinggal. Mungkin karena ia nyaman disana.
Temanku yang lain bilang kalau rumah adalah dimana kamu berkumpul bersama orang-orang menyenangkan dan sepemikiran.
Sahabatku bilang kalau rumah baginya adalah tempat yang nyaman dan damai (dan sepertinya aku yakin kalau tempat tinggal dia sekarang bukan rumah).

Jadi. Dimana rumahmu? Bagaimana rumahmu?
Aku yakin, rumahmu adalah tempat terbaik yang kau miliki. Karena menurutku, rumah tak selalu tempat di mana fisikmu tinggal, tapi tempat dimana hatimu tinggal di sana.


-artimgwt-