Kamis, 06 September 2012

Hai, Apa Kabar?

"Arti!" seseorang memanggilku. Suaranya berat, khas laki-laki. Aku yang sedang tidak memakai kacamata minus pun mengamati dari kejauhan. Buram. Hanya posturnya saja yang terlihat, dan itu pun tak jelas.
"Masih inget aku gak?" teriak lelaki itu lagi. Aku masih berjalan mendekati sumber suara itu. Postur tubuhnya semakin jelas. Namun wajahnya tetap belum terlihat. Mencoba menebak itu siapa, aku mengingat orang yang mempunyai postur seperti itu.
"Rifa ya!" aku sedikit berteriak. Berharap jawabanku tak salah karna aku menjawab saat mataku belum melihat wajahnya dengan sangat jelas.
"Iya. Minal aidzin Ti." dia menghampiriku. Speechless. Baru saja aku bertanya dalam benakku, "Rifa kemana? Apa kabar? Lama gak ketemu."
Terakhir betemu itu tahun 2010. Waktu masih 1 sekolah. Setelah lulus, kita jalan masing-masing. Tak ada kabar dan tidak saling mengabari.
"Siapa Ti? Pacar?" tanya temanku saat melihat aku bicara dengan Rifa.
"Hah? Pacar? Bukan!"
Refleks setelah menjawab, aku menoleh ke arah Rifa. Entah ia mendengar pertanyaan dan pernyataan tadi, atau tak mendengar.

Sore itu kami berbincang beberapa menit. Ia menemani temannya mengumpulkan foto untuk perlombaan yang diselenggarakan oleh temanku. Sambil menunggu proses pendaftaran, aku mengobrol dengan Rifa. Lalu beberapa menit kemudian ia pulang.

Gak nyangka malah ketemu di sini. Dan gak nyangka juga kalau masih bisa ketemu.

"Itu emang siapa Ti? Sahabat kamu?" tanya salah seorang teman.
"Bukan sahabat sih, cuma temen deket waktu les soalnya sekelas."
"Kayanya orangnya lucu ya."
"Ahaha, iya. Dia baik." ujarku.
Published with Blogger-droid v1.7.4