Selasa, 14 Desember 2010

Batasan Mengeluarkan Pendapat

                                          --Batasan Untuk Mengeluarkan Pendapat--

Kebebasan berpendapat. Sering denger kan?? Dan sudah jelas dong kalau itu adalah hak kita semua. Apalagi sudah dijelaskan mengenai hak mengeluarkan pendapat di UUD Pasal 28.
Tapi kebebasan berpendapat juga terkadang suka membuahkan masalah. Pernah denger masalah Prita Mulyasari gak?? Dia yang ingin berpendapat malah dikira mencemarkan nama baik. Terus kalau sekarang yang suka memainkan situs jejaring Twitter juga pasti sering denger kan, yang emang dia mau ngeluarin pendapat, eh malah diprotes dan dikira menghina/ menjelek-jelekan.
Oleh karena itu, berpendapat juga pasti ada batasannya. Sebebas-bebasnya kita hidup juga kan selalu ada batasnya.
Nah inilah batasan-batasan yang harus kita ingat :

1. Tahu tempat

Nah kita gak boleh asal ngeluarin statement-statement, misalnya aja kalau kita lagi mau berpendapat tentang seseorang dan itu didepan orangnya. Mungkin aja yang asalnya kita mau berpendapat malah bikin orang itu sakit hati karena ucapan kita, kan gak lucu. Perhatiin juga tata bahasa dan ucapan, jangan ceplas-ceplos asal ngomong.
Terus, kalau mau nulis status (misalnya tentang provider yang sinyalnya kurang) di situs jejaring sosial atau yang emang bisa dibaca oleh semua orang, lebih baik jangan, atau kalau pun mau, tidak usah menyebutkan merk yang bersangkutan. Takut malahnya dikira mencemarkan nama baik, terus kontroversi dan pindah ke rumah tahanan.

2. Tahu kepada siapa kita berpendapat
Kita juga harus tahu kepada siapa kita bicara, menggunakan tata cara berperilaku dan gak seenaknya ngomong itu sangat perlu. Misalnya aja kalau kita sedang berbicara mengenai pendapat kita ke orang yang lebih tua atau senior dari kita. Kalau kita asal ngomong dan terkesan sok tahu kan bisa ancur. Malah dikira kita mau melawan mereka, padahal kita ingin mengeluarkan pendapat saja.

3. Tahu mengapa kita berpendapat seperti itu
Dan ini yang sangat penting. Kita harus punya alasan yang jelas kenapa kita berpendapat seperti itu, jangan misalnya kita berpendapat, “Ih provider ini kalo mau sms pending mulu.” Lalu ada orang yang bertanya, “Oh iya? Masa sih?” jangan sampai kita gak tahu atau malah jawab, “Gak tau sih kata temen.” Jangan sampai deh. Kalau kita jawab kaya contoh di atas baru bisa dikatakan merusak nama baik. Kita gak tau bukti eh malah fitnah.

Ya mungkin hanya ada 3 tips dari saya, dan pasti masih banyak yang lain dan tentunya teman-teman sendiri akan tahu sendiri apa yang perlu diperhatikan dalam mengeluarkan pendapat.
So, inilah pendapat saya. Kalau ada yang gak setuju ya gak apa-apa, kan kita bisa bebas berpendapat. Semoga tulisan ini bisa berguna untuk semuanya karena saya tidak bermaksud menggurui, tapi hanya untuk berbagi

-artiplay- (ni artikel buat nyumbang *gaenak deh bahasanya meni nyumbang hh*mading)
-neARTI-