Minggu, 19 September 2010

Mello the Explorer (1)

Maaf ini fict kedua death note saya, dan lagi lagi berunsur maho-ness
Tapi cuma dikit ko krn ini cerita lebih ke petualangan yang GJ.
Maap kalo gajelas krn bikinnya juga tanpa mikir jd asal nulis hehe

Silahkan disimak

------

Kriiing... Kriiing... Kriiing...
Telepon berdering, seorang laki-laki blonde pun mengangkatnya.
"Heh siapa ini?" ucap si blonde itu.
"Mels, ini aku Matt. Maaf malem gini aku telfon. Bisa aku minta tolong kepadamu?" Jawab seseorang disebrang telepon.
"Oh Matt, minta tolong apa? Tapi jangan lupa bayarannya coklat dua kodi ditambah selusin ditambah..." belum selesai blonde itu bicara, orang yang bernama Matt itu memotongnya.
"Mello sayang... Kau mau minta apalagi? Aku sudah membobol sistem keamanan willy wonka, kau tinggal mengambilnya kan."
"Hem iya Matt. Aku ingin sebuah cinta darimu." Ujar Mello *demi apa, jiji gue nulisnya -_-gak rela kalo Mello kaya gini*
"Aku tau Mels, sekarang aku ingin agar kau menemani ku membelikan kue untuk L dan apel untuk Light." Matt meminta tolong.
"Oh iya, itu sudah tugasku menemanimu Matto. Apalagi aku dikenal sebagai Mello the explorer." ujar Mello. Mereka pun akan pergi besok pagi dan dimulai di rumah Mello.

Esok paginya ~
"Ah.. Matt mana? Aku sudah bersiap sejak pukul 3 pagi. Dia tidak menghargaiku!" Gerutu Mello. Beberapa detik kemudian Matt datang dengan membawa koper segede ransel (?)
"Maaf Mello aku telat, ini aku bawa alat-alat untuk menjelajah. Sebagian aku pinjam dari tetanggaku Boots si monyet." Matt membela diri.
"Ya sudah. Kau meminjam apa memang? Kan kau tahu aku punya banyak peralatan canggih. Apalagi kau Matt, kau punya segalanya termasuk kau punya diriku. Liat! Yang nulis fict ini aja sirik sama kamu!" Teriak Mello, author pun tersindir --"
"Aku meminjam tenda untuk bermalam. Takutnya kita cape jadi bisa istirahat, dan ini.. Hem aku pinjam sisir, tongkat,blablabla..." Matt menyebutkan barang yang (tidak)penting itu satu persatu.
"Matt cukup. Kau meminjam alat yang tidak penting! Kecuali satu, seperangkat alat tembak itu ayo kita bawa!" Ujar Mello. *hem Boots ternyata punya pistol :7 minjem ah ~
Mereka pun melakukan perjalanan.
Perjalanan dimulai -----

"Mello, kita harus lewat mana?" ujar Matt yang udah belajar dengan Boots tata cara ritual explorer.
"Harus kepada siapa kita bertanya?" ucap Mello balik nanya. Orang-orang yang ngelewat pun heran, ganteng-ganteng ko stress, "...Peta ya peta. Kurang keraaaaas! Petaaaaaa!!" Ucap Mello dan Matt barengan teriak!
Peta pun keluar dari ransel ungu milik Mello ._. (Mello imut gitu pake warna jande)
"Peta, peta, peta, peta yeeeah! Agar kita bisa sampai ke tempat kue dan apel. Kita harus melewati tol, bandara, pasaaaar! Tol, bandara,pa ..." Belum selesai peta menerangkan, Mello protes!
"Heh peta! Gak elit gitu beli di pasar, emang ada cake kesukaan L di pasar? Ganti tempat!" bentak Mello. Peta pun mengulangi lagi.
"Jembatan, kebun, supermarket!!. Jembatan, kebun, supermarkeeeet!" Teriak peta dan akhirnya disetujui oleh Mello yang ternyata Matt lebih setuju ke pasar karena lebih murah, sehingga sisa uangnya bisa disumbangkan ke dompet Matt dan Mello. Dan akhirnya Mello-Matt memilih ke pasar. Wajar, Mello hanya luluh kepada Matt.

Perjalanan dimulai ~
"Apakah kalian melihat tol?" tanya Mello.
"Iya disana Mello.." ucap Matt menunjuk ke arah pintu tol.
"Ohiya, ayo kita kesana!!!" ucap Mello semangat. Tapi Mello sama Matt ga jalan kaki, mereka naik mobil milik Mello \m/ hahaha (apabetdah gapenting)

"Ayo kawanku, ayo semuanya! Ayo kita kesana ku tau kita pasti bisaaa! Mau kemana kita? Jalan tol. Mau kemana kita? Jalan tol! Mau kemana kita? Jalan tol! Mau kemana kita? Jalan toool!!" Mello dan Matt bernyanyi bersama di mobil, tak lupa Matt loncat-loncat kaya Boots.
"Wah Matt, kita sudah sampai di tol. Ayo kita masuk." Seru Mello.
Mereka pun mengantri untuk masuk jalan tol, maklum ini h-2 lebaran jadi macet banget. Mereka menunggu di mobil sambil menghack sistem keamanan pasar yang akan dituju ._.
"Ini karcis tol-nya jangan sampe ilang yah." Ucap orang imut penjaga pintu tol. Ternyata dia adalah Near :o dia ternyata kerja sampingan biar dapet uang banyak, maklum watari hanya memberi near 100juta dolar, dan itu hanya cukup untuk membeli seperangkat peralatan canggih untuk ditambahkan ke markas spk. Omigot!
"Eh Near, lu kerja disini? Ckck kamu memalukan nama wammy house saja!" Gerutu Mello.
"Ah Mello, ini sekaligus mencari uang untuk menambahkan beberapa alat yang kurang untuk di markas spk, wammy, dan juga rumahku." Ucap Near.
"Ah yasudah, aku jalan dulu. Selamat bekerja."
Mello dan Matt pun meneruskan perjalanan di tol-nya. Dua jam berlalu dan mereka masih terjebak di jalan tersebut karena macet.
Setelah lama menunggu akhirnya mereka bisa keluar pintu tol, lalu melakukan ritual explorer lagi.
"Sesudah ini kita kemana Mello?" tanya Matt.
"Jalan tol, tandai! Lalu bandara! Ayo kita kesana!" ucap Mello yang udah jago ngikutin Dora.
"Ayooo!"
"Ngomong-ngomong Matt, kamu udah pesan tiket pesawat kan?" tanya Mello memastikan.
"Emang kita mau ke mana sih pake naek pesawat segala, cuma ke pasar kan?" jawab Matt heran
"Iya emang sih cuma ke pasar, tapi aku juga heran. Ngapain peta nyuruh kita ke bandara. Ah ikutin ajadeh tu peta."
"Oh oke, sambil ke bandara aku coba pesan tiket pesawat oke." ujar Matt. Mereka berdua pun melanjutkan perjalanannya menggunakan mobil. Tak lupa nyanyi-nyanyi gajelas (lagi) di mobil.

Setengah jam kemudian mereka sampai di bandara.
"Matt, sudah pesan tiket?"
"Sudah Mells, dan tak lupa kita dapat tiket ini gratis. Bahkan yang lebih baik kita menggunakan pesawat sendirian, VIP boo. Hahaha." Ujar Matt.
"Kerja bagus Matt. Ayo kita pergi cari pesawatnya." Saat Mello dan Matt akan turun dari mobil si peta gerak-gerak pengen masuk dalam cerita lagi.
"Mello, Matt. Kita ke bandara bukan untuk naik pesawat, tapi kita ke bandara cuma lewat aja. Soalnya kalo lewat bandara kita bisa lebih cepat sampai 2menit dari waktu seharusnya." ujar Peta memberitahu. Mello dan Matt pun pingsan bersama diiringi lagu ost opening Dora (?)
"Ah peta sialan lo! Nyusahin gue aja. Berarti pasar bentar lagi dong ya. Kenapa lo gak ngasih tau kita kalo ke bandara biar cepet nyampe?" Mello marah.
"Maaf Mello, saat aku menerangkan kau keburu marah. Maaf!" ujar Peta.
"Ah yasudah. Jadi kita harus lewat mana? Cepet!!" Bentak Mello.
"Kalian masuk ke bandara lalu lewat pintu belakang, tapi hati-hati, disana banyak penjaga yang melarang kalian lewat situ. Kalau ingin membunuh penjaga lebih baik tidak! Karena banyak kamera cctv, lebih baik buat mereka pingsan saja! Jika sudah sampai ke pintu belakang, kalian tinggal masuk ke pintu di sebelah kiri dan itu langsung menuju tempat kue dan apel." ucap peta rada aneh berbelit belit --"
"Oh oke, tugas mudah buat kami. Matt hack sistem keamanan bandara." Perintah Mello. Matt pun segera mengambil laptopnya dan menghack semua keamanan di bandara juga pasar nanti.
"Selesai Mell, sangat mudah untuk ditembus." ucap Matt dengan memberikan senyuman hangatnya ._.
"Ayo! Pertarungan dimulai!!" Ucap Mello semangat layaknya akan perang dengan satu kompi tentara.

Mello dan Matt berlari cepat dan sesekali membuat orang hampir jatuh atau menginjak kaki orang lain. Lari mereka sangat cepat. Orang-orang di bandara heran melihat dua anak ganteng lari-lari gajelas *angger* .
"Matt, ini dia! Stop berlari, kita berjalan biasa saja, kalau mereka melawan kita lawan saja lagi!" Usul Mello. Mereka pun berjalan seperti biasa. Tiba-tiba penjaga menghampiri, "Maaf ini bukan jalan untuk umum. Adek adek mau kemana? Wc bukan dibelah sini dek." ucap seorang penjaga berbadan kekar bertubuh tinggi menjulang. Dengan gerakan cepat Mello merobohkan penjaga itu.
Sedangkan penjaga yang lain berusaha menembaki mereka. Mello pun mengeluarkan senapan dengan peredam dan menembaki satu-satu, begitu juga dengan Matt.
Mello melakukan roll depan lalu menembak penjaga kurus tinggi yang sedang melakukan pertarungan jarak dekat dengan Matt. Hanya tersisa penjaga ini. Walau kurus tenaganya sebesar penjaga-penjaga yang lain, bahkan lebih. Mello pun kehabisan peluru yang memang dia hanya membawa sedikit dan lupa tidak mengisi kembali. Peralatan dari Boots pun tertinggal di mobil karena mereka rasa tidak akan terlalu dibutuhkan.
Pertarungan Matt-Mello dengan si penjaga kurus pun berakhir, Matt-Mello pun segera berlari kencang karena si penjaga hanya terkena patah tulang pada tangannya (hanya?).
"Mell, ini gila! Gak mungkin penjagaan pintu belakang ini sangat ketat kalau hanya menjaga sebuah pintu. Kecuali dibalik pintu ini ada sesuatu." Matt mulai curiga.
"Kau sepikiran denganku Matt. Lebih baik kita cepat! Tak habis pikir, hanya ke pasar butuh pengorbanan banyak. Ah aneh sekali. Mungkin peta ingin membuat kita celaka atau ingin mengetes kemampuan kita?" ucap Mello.
"Ah sudahlah itu ada satu penjaga, tapi sedang tertidur! Lebih baik kita langsung ke pintu dan membeli kue dan apel!"
"Ayo Matt!" Mereka pun membuka pintu itu dan mencari pintu lain disisi kiri, lalu mereka menemukannya dan mendobraknya dan ternyata ~
To be continued