Jumat, 25 Juni 2010

ekspedisi dora ke rumah cici

oke, ini ada sebuah cerita yang tak asing lagi... yaitu DORA THE EXPLORER, namun kali ini saya akan membuat cerita semacam fict gitu. tapi ini fict Dora ya :D

created by : arti - ahonkania
dibuat di twitter @artiplay @ahonkania dan dikembangkan menjadi cerita ini :D



---------------------------------------------------------------------------------

simak ceritanya ya...

Ekspedisi Dora ke Rumah Cici di Kota

"Boots, sekarang kita akan menjelajah ke kota untuk pergi ke rumah cici." ujar Dora senang, wajar Dora belum pernah ke kota. Dora hidupnya kan damai adem ayem gitu deh, kalo bertualang pasti jalan kaki. Kalo naik mobil juga cuma bentar, 1 menit aja enggak (sayang bensinnya ih) yaudah pokonya si Dora seneng banget gitu.
"Yang benar Dora?? Yippie." Boots juga ikutan senang, ya karena Boots belum pernah ke kota. Ntar kalo si Boots ke kota sendirian malah jadi TKM (tenaga kerja monyet) ya ntar Boots malah jadi doger monyet getooo deh.
"Eh tapi Dora, kamu tau bagaimana jalan ke kota?? Kita kan belum pernah ke kota." ucap Boots yang putus asa, takut harapan melihat kotanya musnah begitu saja.
"Tenang saja Boots, aku sudah mengajak tour guide, namanya arti 'near' megawati sama kania 'ahonk' dewi. Soalnya peta belum pernah ke kota sih... Jadi dia juga belum tahu bagaimana arahnya. Nanti sudah sampai di kota kemampuan Peta akan di upgrade, sehingga setelah sampai di kota kita tidak membutuhkan mereka ini, bayarnya mahal Boots. Kita harus irit..." Dora menjelaskan dengan semangat yang sangat tinggi, "... Karna aku suka liat di tv ya, kehidupan di Kota sangatlah kejam... Perampokan, penculikan, pembunuhan..." ucap Dora berapi-api dengan mimik muka seperti sedang membawakan acara silet atau insert investigasih.
"Oke my master Dora, aku akan selalu bersamamu sampai maut menjemput." ucap Boots berjanji sambil menunjukan kelingkingnya.
"Sejak kapan aku jadi majikanmu my Boots? Dont call me Master, aku bukan majikanmu. Aku kekasihmu." ucap Dora menjelaskan dengan puppy dog eyes-nya.
(arti : aiiih Dora ama monyet -__- tapi di fict apapun bisa terjadi, iyakan?)
Akhirnya mereka pun berkemas untuk pergi esok hari setelah mendapat restu dari kedua orangtuanya (kan Dora anak soleh, baik, rajin, patut ditiru anak-anak tapi yang radarada gak pinter jangan ditiru, tidak baik untuk kesehatan otak)

Keesokan Harinya ---

Dora dan Boots telah bersiap untuk pergi, sedangkan tour guide mereka juga sudah siap lengkap.
"Perkenalkan saya Arti, panggil saja Near atau Nate, dan ini Kania, panggil saja Ahonk.Ya, sekarang kita akan pergi ke kota. Ada yang mau ditanyakan?" tanya si tour guide Nate, Dora pun mengacungkan tangannya.
"Aku mau bertanya, Ahonk itu perempuan atau laki-laki, kira aku tour guide kami seorang perempuan semua karna saya meminta agar tour guidenya perempuan saja." tanya Dora panjang lebar.
"Ahonk itu cewe woy... Namanya aja Kania Dewi. D-E-W-I. berarti cewe. dasar Dora aneh!" Ahonk marah, wajar saja dia berambut pendek dan itu di topi, lalu memakai sweater, celana, dan sneakers. Pokoknya setelan cowo banget
(arti : padahal pas perpisahan make kebaya ya honk)
"Oh maaf." Dora pun malu, mukanya merah dan hampir menangis. Wajar saja. Dora tak pernah dimarahi, lihat saja semua episode Dora... Tak ada adegan Dora disiksa ibunya atau adegan kekerasan lainnya (iyalah, itu film buat anak kecil) tapi Boots memberi support agar tidak menangis, dan Boots pun memeluk Dora agar tenang.
"Woy kalian malah pacaran, ayo kita pergi ke Kota!!" teriak Nate semangat 80-an (?) Mereka semua pun segera menuju ke kota menaiki travel dan diajak melihat lihat kota yang indah.


Beberapa jam kemudian Dora dan Boots sampai di kota, mereka pun berteriak
"Yeee kita sampai ke kota, asik-asik yippie!!!"
"Sip lah tourguide kita, pake diajak nonton toy story 3 di bioskop dulu lagi. Mantap gan." lanjut Dora yang tadi sempat mendengar orang ngomong pake agan-elo-gue-babeh-enyak-dsb.
"Benar kalian tidak mau di antar ke rumah cici? nanti kalian nyasar lagi." ucap Ahonk yang berusaha ramah ke Dora. Ahonk masih kesal atas pertanyaan Dora yang tadi.
"Tidak terimakasih, kami kan petualang sejati!! Lagipula disana tempat Peta untuk meng upgrade kemampuannya, jadi kami tidak akan tersasar." ucap Dora menjelaskan, sedangkan Boots masih mengagumi indahnya Kota.
"Eh Dora, lihat deh... Mobilnya kok gak gerak, kayanya minta kita biar naik ke sana deh." ucap Boots kagum karena disana banyak mobil tapi mobilnya gak jalan-jalan.
"Itu namanya macet, di kota selalu macet. Dan itu sungguh tidak menyenangkan." ujar Ahonk lagi.
"Iya itu macet, kalo macet kalian bisa online disana. terus bisa makan atau minum sambil nunggu kemacetan berakhir." lanjut Nate memberikan dampak positif dari macet. Dora dan Boots hanya manggut-manggut, gatau ngerti gatau enggak.
"Eh kami pergi dulu ya, semoga perjalanan kalian menyenangkan yaaa." ujar Nate dan Ahonk.


Setelah Nate dan Ahonk pergi, Dora dan Boots pergi ke tempat peng upgrade-an kemampuan Peta, disana mereka hanya menunggu setengah jam agar kemampuan Peta bisa lebih hebat lagi. Selama menunggu mereka mengelilingi kota, tapi disekitar situ aja. Takut kesasar soalnya. Mereka ngeliat ada Mcd, KFC, sekolah yang gede-gede, terus Mall, dan yang WAH lainnya. pokonya TOP lah buat mereka. Setelah 30 menit mereka menjemput Peta dan mengakhiri penjelajahan singkat melihat kota-nya itu.

"Peta kau selamat, ayo kita ke rumah cici!" ucap Dora semangat dan memulai ritual explorer-nya agar selamat.
"Dora... Mau kemana kita?" tanya Boots seperti biasa.
"Ke Rumah Cici, dan bertanya kepada siapa kita??..." ucap Dora yang masih senang dengann keberadaannya di kota. Terus Peta-nya gerak gerak ga sabaran pengen cepet-cepet di expose dengan kemampuan barunya. "... Peta, ya katakan Peta, katakan Peta." ucap Dora dan Boots.
"LEBIH KERAS!" Dora teriak sampe orang yang lagi lewat ngeliatin cewe kecil blonde gila (ih blonde, mello kali blonde -__-a) akhirnya si Peta nongol dengan bangganya. Peta nyanyi seperti biasa, namun setelah di upgrade suara Peta jadi SOPRAN gitu deh...
"Jadi, kita harus ke sungai - hutan - rumah cici. ayo.. Pertama tama kita melewati sungai cikapundung, lalu hutan sampah dan sampai ke rumah cici." ujar peta yang rada iyuh jiji ketika tau harus ngelewatin tempat itu.
"Oke, pertama tama kita harus lewati sungai- hutan -rumah cici. Lets go!" ucap Dora yang semangatnya sedikit pudar ketika tau harus melewati hutan sampah (Dora kan gatau sungai cikapundung jadi tenang tenang aja) Dora dan Boots pun bertanya seperti biasa.
"Apakah kalian melihat sungai?" tanya Dora. Terus kan ada pohon, tiba-tiba pohonnya ketebang angin dan muncul kursor (kursor darimana lagi) dan KLIK menunjukan sungai dimana.
"Ayo!" Dora semangat, mereka pun bernyanyi seperti biasa. Tapi mereka sekarang jalan di trotoar terus nyebrang dibantu pak polisi yang cengo ngeliat dua makhluk hidup nyanyi-nyanyi mu ke cikapundung.

Mereka pun sampai di sungai Cikapundung. Dora terlihat shock setelah tahu sungai cikapundung dan Boots malah seneng, kali aja nemu spatu Boots di sungai kaya episode sepatu merah Boots yang ketemu di sungai.
Agar perjalanan tetap aman tentram, maka Dora tetap menjalankan ritual explorer-nya.
''wah kita sudah sampai Dora, tapi bagaimana kita melewati sungai ini?'' boots berkata
''apakah kalian tau cara melewati sungai ini?'' dora bertanya dan tetep agak gimana gitu.
(kursor bergerak menuju perahu 'clik')
"itu boots ada perahu" Dora berkata senang gembira dan menghampiri perahu itu
"Tapi gada kayuhnya dora bagaimana ini?? Boots panik.
Tiba-tiba si ransel udah gerak-gerak pengen buru buru nyanyi.
"Oh iya, katakan ransel katakan ransel." ucap Dora dan Boots, "... Lebih keras." teriak mereka, namun teriakan yang ini lebih pelan dari sebelumnya.
Ransel pun selesai bernyanyi, lalu meng-klik kayuh dan pelampung. Mereka pun meyebrangi sungai dengan selamat.
"Alhamdulillah..." guman Dora. Sedangkan Boots masih mencari-cari sepatu baru.

"Lalu, kemana kita selanjutnya?" tanya Dora. "Ya, hutan." jawab Dora (aneh si dora, jawab sendiri)
Tiba-tiba Peta nongol, sekarang Peta udah dilengkapi dengan peralatan canggih, pake GPS segala (yang gatau gunanya buat apa) terus Peta ngomong, "Dora jalan hutan sampah di blokir. Katanya hutannya mau dibersihkan." Dora dan Boots pun panik, bagaimana mereka bisa sampai ke rumah cici??
"Tenang Dora, kita naek bus aja. disini deket terminal kok. Jadi ke rumah cici lebih cepat dan aman." ujar Peta menenangkan keadaan.
Namun tiba-tiba ada sebuah mobil yang sangat mereka kenal melewat...
"OTIT OTIT" suara klakson itu sangat mereka kenal. Dora dan Boots pun berteriak "Tico Tico." namun mereka lupa, Tico bisanya bahasa inggris jadi mereka nyuruh penonton bilang tunggu pake bahasa inggris "Wait Tico, wait!" Dora sama Boots teriak-teriak gajelas gitu. Akhirnya si Tico berhenti dan menghampiri Dora-Boots.
"Heh elo elo pade, gausah teriak gue juga denger. dasar ndeso jarang ke kota. Tadi gue cuma mau markir mobil, kalo ga diparkir bisa ditilang polisi terus mobil kesayangan gua yang dikasih bonyok bisa ilang!" Tico pun fasih berbahasa gahoool abees, Dora dan Boots pun diam dengan mulut menganga. "... Woy, kalian ngapaen manggil gua heh!! Ada urusan apa lo lo pada?" ucap Tico songong, cengos, dsb.
Dora yang sudah sadar duluan pun menjawab, "Tico bisa antar kami ke rumah cici? Ini alamatnya." Dora menyodorkan alamatnya.
"OK. Lets go my friends!" ucap Tico semangat. Dora pun (dengan menggusr Boots yang masih magap ga sadar) naik ke mobil dan memakai SABUK PENGAMAN, agar aman. (tuh liat, Dora aja make sabuk pengaman, jadi ikutilah tata tertib kaya Dora)
Mereka pun menempuh perjalanan, dan di perjalanan Boots mulai sadar dan tidak berniat untuk berbicara pada Tico atau Dora, Boots shock!


Mobil Tico pun berhenti lalu Dora bertanya, "Tico kenapa berhenti?"
"Maap nyak, gue cuma bisa nganter lo lo pade sampe sini. Gue mu ketemu ama pacar gue noh. Ntar kalo telat gue dibantai ama dia, bisa berabe ntar. Kalo gue dibantei lolo pada mu numpang mobil siapa?? Yaudah lo tanya mas di warnet di dalem tuh. Dia tau rumah cici dimana." ucap Tico yang ngomong Indonesianya mulai agak normal. Boots pun agak shock dengan perubahan Tico, di tempat asalnya Tico kan bahasa spanyol, inggris terus ketemu bahasa betawi and gaoool terus sekarang bahasa Indonesia. Yah Mulai saat ini Boots gak mau remehin Tico lagi, karena ternyata Tico menguasai banyak bahasa.
"Adios my friends..." ucap Tico meninggalkan Dora dan Boots.

Mereka pun menuju warnet yang ditunjukan Tico.
"Maaf mas, boleh nanya? Kalo rumah cici dimana ya??" tanya Dora dengan sopan. Sedangkan Boots melihat warnet yang penuh dengan makhluk sejenis dora (read : manusia) yang sedang bermain game online. Boots pun melihat mereka bermain dan memperhatikan dengan saksama.
"Cici?? maneh belok ka palih ditu, di belokan nu di ujung nyak, nah diditu aya pager warnana hejo. ngan hiji da pager nu warnana hejo diditu. teangan we nya." ucap si mas warnet yang jaga pake baju biru lope-lope gitu. Dora bingung gak ngerti mas warnet itu ngomong apa. Dora pun cuma bilang makasih walau ga ngerti, dia pun menghampiri Boots yang sedang asik merhatiin salah satu diantara gamers itu bermain.
"Boots, aku ga ngerti si mas itu ngomong apa -__- bahasa monyet juga bukan." keluh Dora.
"Coba tanya aja ke salah satu diantara mereka." usul Boots yang mulai pintar setelah pergi ke kota. Dora pun mematuhinya dan menanyakannya.
"Maaf, boleh saya bertanya? Rumah cici dimana ya?" tanya Dora halus lembut sopaaaan sekali.
"Oh cici... Lurus teruuuuuuuuuuuus, nah diujung ada belokan. Kamu belok aja kesana. Ada pagar warnanya hijau. Itu rumah cici."
"Makasih yaaa..." ucap cowo yang rada-rada karna maniak game sejak dini(supaya adil nih honk aku masukin juga yg kamu tulis di tweet)
"Oh... Namanya siapa dek?" tanya si cowo yang rada-rada gimana gitu -__-
"Dora :) kalo kakak?"
"Repin." ucapnya sambil menatap layar monitor (oke terpaksa masukin ini -,-z)
"Oh yaudah, saya pergi dulu ya..." ucap Dora yang radarada gimana gitu ngeliat kaka kaka itu.


Mereka pun pergi ke rumah Cici dan akhirnya SAMPAI !!!

Tapi ternyata Rumah Cici penuh dengan orang dan ada tulisan menikah.
Oh ternyata mereka disuruh pergi ke undangan toooh, pantes dikasih kado. Dora kira si Isa iguana mau rebut Boots dari Dora, ternyata Isa mau ngasih ke Cici toooh.

Dora pun masuk dan menuju kursi dimana cici dan pasangannya (tebak siapa) duduk. Dora pun seperti biasa melakukan ritual explorer-nya yaitu "Katakan Ransel, katakan Ransel"
Saat Dora akan memberikan kado tersebut tiba-tiba si sweeper nyuri kadonya terus dibuang (bodo lo sweeper, udah dicuri malah dibuang dasar!)


Lalu mereka pun mengamati bentuk kado-nya dan mencarinya dan akhirnya ketemu. Mereka pun bahagia dan bangga karena bisa pergi ke kota :)



"Oh ternyata kita disuruh ke undangan Boots, elah cape kita ke kota cuma nyuruh ke undagan." keluh Dora saat sedang nge jcool di salah satu Mall.
"Ah tapi biar saja Dora, ternyata Isa baik ya. Kita jadi bisa ke kota. Pantas saja dia membiayai perjalanan kita ini." ucap Boots yang sedang makan donat dan memakan jcool yang sharing SENDIRIAN!




Mereka pun akhirnya senang dan berterimakasih kepada Isa yang pada awalnya menyuruh untuk pergi ke rumah cici itu. Maklum di kampung halaman Dora, Dora-Boots seperti TIKI, suka menjelajah kemana-mana. Tapi belom pernah ke kota.



(FINISHED)





---------------------------------------------------------------------------------


ini cuma fict jadi apapun bisa terjadi dan gausah diambil hati okey ;) just for fun yeeei

ohiya ini fict pertama yang dibuat.





by : arti-ahonk

1 komentar:

  1. maaf kalo ada nama yang kebawa-bawa ya haha, hanya untuk senang senang wooooh

    BalasHapus