Rabu, 14 April 2010

read this ;)

mungkin disini saya terlihat SO BIJAK atau so DEWASA, padahal sebenarnya saya hanyalah anak berumur 14tahun (untuksaatini) yang emosinya masih labil sehingga wajar saja kalo saya aneh (?) *ganyambung*

ingat gak sama kata-kata bijak atau apalah sebangsanya yg kaya, ''lebih baik hasil jelek tapi dikerjakan sendiri daripada hasil bagus dikerjakan dgn licik'' (intinya gitu pokonya) .
Lebih baik jelek hasil sendiri daripada bagus hasil licik atau gabener, sekarang masih berlaku gak sih?? Kayanya enggak deh :/
Coba aja liat kalau ada sekelompok pelajar yang lagi ngejalanin sebuah ulangan atau ujian. buat anak SD yang namanya mencontek,kerjasama adalah hal yang buruk (ini waktu SD dimasa saya loh..entah pandangan anak SD saat ini gimana) dan buat anak SMP atau SMA atau sederajat yang namanya nyontek atau kerjasama adalah hal yang (sangat) biasa. Bahkan kalau ada salah satu yang gak kerjasama selalu dikatakan, ''sombong,sok pinter,belagu'' dan hal yang buruk lainnya.

Jadi kalau ga kerjasama atau ikutan nyontek bisa dikategorikan anak belagu dan sok pintar.

Tapi sebenernya kalau kita nyontek itu ngebunuh masa depan kita. Masa depan kita nantinya bakal tergantung sama orang lain...

Contohnya sewaktu UN, banyak orang yang berburu kunci jawaban yang kebenarannya itu belum tentu akurat 99% . Setelah itu kalau sudah dapat (dengan banyak versi) contekan itu disumputin (bahasaapa?) dengan susah payah, dan saat dikelas ujung-ujungnya dikerjakan sendiri. Lalu saya bertanya pada diri sendiri *karena jujur saya melakukan ini, tapi saya gasusah payah..saya hanya ditawarkan dan saya hanya menyalin 1versi lalu disumputin di balik jam,dan dikelas gadipake sama sekali* ''kenapa berjuang untuk kunci jawaban kalau kita tetap kerja sendiri?''

Lalu ada lagi pertanyaan yang mungkin bukan hanya saya yang bertanya, ''kepada pemerintah... Kenapa harus ada UN kalau ujung-ujungnya siswa-siswi mendapat sebuah bocoran??? Untuk apa UN diadakan terus? Padahal UN itu pertaruhan lulus tidak-nya hanya dalam waktu kurang dari seminggu, sedangkan kami belajar lebih dari 1tahun!! Lalu kenapa UN itu ada?? Padahal UN juga bisa membuat beberapa anak merasa shock-tegang-stress , sehingga saat pengerjaan tidak konsen. Mengapa mereka tidak konsen?? Karena mereka berfikir saya harus lulus!! Ya saya juga berfikir begitu, saya harus LULUS dengan nilai terbaik! lalu untuk apa kami belajar banyak pelajaran tapi yang diujikan hanya 4pelajaran?? Oke, pemerintah berpikir karena kalau semua pelajaran beban siswa itu semakin berat. Lalu kalau tau itu kenapa UN???? Ah terlalu panjang pertanyaan saya.''
Mungkin itu adalah pertanyaannya yang sedikit menyimpang dari topik sebenarnya.

Oke back to topik...
Kalau mencontek itu dilarang, kenapa banyak melakukan *meratapi diri sendiri*
Kalau mencontek dilarang?? Kenapa beberapa orangtua menganjurkan atau membolehkan anaknya mencari kunci *very very false for my parents :) kedua ortu saya melarang saya mencontek apalagi cari bocoran*

Semoga mencontek berkurang sedikit-sedikit ya, karena saya sangat tidak mau bergantung terus kepada orang lain untuk masa depan... Walau manusia itu homo sosialis gabisa hidup sendiri, bagi saya maksud gabisa hidup sendiri itu bukan saling membantu seperti mencontek. Nanti kalau saya besar nanti dan saya sudah kerja masa harus terus minta tolong orang untuk mengerjakan pekerjaan saya?? Itu maksud saya *kalau gasetuju gak apa-apa, its for me oke!*







-boleh di coment, setuju ga setuju gakpapa... Karena saat saya nulis ini juga lagi berfikir bijak bukan berfikir sebagai anak sekolah pada umumnya ;) -







By -amt-