Jumat, 16 April 2010

alasan malas dan tujuan sekolah menurut saya

Terkadang kita sebagai anak sekolah merasa malas untuk belajar. Alasan anak malas itu :
-kalau tugas sudah menggunung sampai melebihi puncak gunung jayawijaya (hiperbolapisan)
-gurunya membosankan
-suasana tidak mendukung
-dan bagi kelas akhir (kelas 6,9,12) sudah muak belajar terus agar bisa lulus dengan hasil yang menggembirakan.


Untuk anak SD (dimasa saya) bersekolah itu menyenangkan karena bisa bermain-main dan belajar bersama teman yang lainnya, dan rasa malas juga dikatakan sangat jarang bahkan mungkin ada yang tidak pernah (sepertinya). Di SD (masa saya) itu sepertinya sangat dinikmati apa itu sekolah, belum ada yang namanya masalah besar (masalah pun mungkin hanya musuhan sama temen atau berantem dan beberapa jam kemudian baikan lagi) atau ceritacintamonyet (walau ada pasti jarang atau hanya bercanda dan bohongan). Bahkan yang namanya mencontek di SD sepertinya sudah ditekankan pada dirinya sendiri kalau mencontek itu jelek.

Kalau SMP (dimasa saya) itu ada menyenangkan dan tidak, sukaduka pasti ada. Di SMP mulailah ada masalah besar karena emosi remaja yang labil. Ya masalahnya juga sama seperti anak SD kebanyakan, musuhan sama temen. Namun bedanya masalah permusuhan itu seringkali karena masalah percintaan(ceilah bahasanya) atau perbedaan pendapat dan masalah itu sendiri di selesaikan dengan emosi dengan otak yang keras sehingga permasalahan itu berlangsung lama.
Di SMP (dimasa saya) juga yang namanya MALAS mulai muncul sedikit demi sedikit, ya mungkin saat kelas 7 yang merasa malas hanya sedikit. Namun begitu kelas 8, dst rasa malas mulai menghantui. Mereka malas karena terbiasa diberi tugas yang sedikit, sedangkan saat kesananya lagi tugas semakin banyak dan menumpuk sehingga menjadi malas. Coba saja kalau dari dulu di didik dengan tugas yang terbiasa menumpuk, jadi anak-anak itu biasa dan tidak merasa malas. Dan karena malas juga anak-anak menjadi terbiasa untuk mencontek.
Seringkali saat malas saya berkata, ''buat apa coba sekolah? Cita-cita saya aja gaada dipelajaran sekolah ini!'' lalu teman yang lain setuju. Dan yang melontarkan pendapat itu saya rasa bukan saya saja. karena apa? Mereka yang lain itu sudah punya cita-cita sendiri yang gak ada nyambung-nyambungnya sama pelajaran sekolah.
Saat itu saya berfikir untuk apa saya sekolah. Dan ini menurut saya :
-untuk mendapat teman dan sahabat agar bisa bersosialisasi (nah sospol adalah jurusan yang ingin diambil saat kuliah ! Jadi saya butuh sosialisasi)
-untuk mencari sebuah pelajaran mengenai hidup ini. (saat mempunyai sahabat, sahabat tentu akan bercerita tentang masalahnya. Ya walau tak semua orang suka bercerita *sepertisaya* )
-untuk menambah pengalaman agar saat besar nanti sudah banyak pengalaman yang ada.
-untuk mencari sebuah tujuan hidup untuk kedepannya dan menentukan sebuah cita-cita.

Kenapa menentukan cita-cita?? Karena saat disekolah itu diajarkan banyak hal dan pasti akan menemukan hal yang akan disukai dan akan dijadikan sebuah cita-cita.
Pengalaman dari lingkungan juga bisa menentukan cita-cita kita.
Contohnya :
- X suka sekali ipa jadi ia ingin jadi dokter karena suka ipa atau karena melihat pengalaman, lingkungan, atau ortu-nya
- Y bercita-cita jadi designer karena lingkungan melihat orang-orang dengan pakaian yang beragam, padahal tidak ada yang namanya pelajaran untuk menjadi designer (tapi disekolah saya ada pelajaran PTD yang mengajarkan pendidikan tekhnologi, design,menjadi wirausaha, dll)


Nah dan kenapa ada SMK? Menurut saya begini. Saat SMP itu kan sebagian orang sudah menemukan cita-cita, jadi kalau ingin memperdalam untuk cita-cita itu bisa masuk ke SMK.




Segitu mungkin menurut saya :) maaf kalau gak setuju, saya sedang berfikir bagus loh...




Semoga bermanfaat bagi semuanya :)








By : -arti-